MUSIK KLASIK

87977798003violin01

Apa itu musik klasik, dan komposisi seperti apa sih yang layak digolongkan sebagai musik klasik? Genre musik yang satu ini memang sering mengundang salah pengertian dimata mereka yang “awam”. Biasanya jenis musik ini dianggap identik dengan musik yang dimainkan oleh orkestra. Stereotip ini tidak selamanya benar, sebagaimana pengertian orkestra yang melulu diartikan sebagai musik yang dimainkan oleh sepasukan musisi dengan didominasi oleh alat musik gesek (string). Kenyataannya, gamelan itu juga orkestra koq.

Dalam pengertian aslinya, musik klasik adalah komposisi musik yang lahir dari budaya Eropa sekitar tahun 1750-1825. Biasanya musik klasik digolongkan melalui periodisasi tertentu, mulai dari periode klasik, diikuti oleh barok, rokoko, dan romantik. Pada era inilah nama-nama besar seperti Bach, Mozart, atau Haydn melahirkan karya-karyanya yang berupa sonata, simfoni, konserto solo, string kuartet, hingga opera. Namun pada kenyataannya, para komposer klasik sendiri tidak pernah menggolong-golongkan jenis komposisi yang mereka gubah. Penggolongan yang kita kenal sekarang dilakukan semata-mata untuk mempermudah, terutama untuk kepentingan akademis.

Ada pula pengertian lain dari musik klasik (walaupun yang ini jarang dipakai), yaitu semua musik dengan keindahan intelektual yang tinggi dari semua jaman, baik itu berupa simfoni Mozart, kantata Bach atau karya-karya abad 20. Istilah “keindahan intelektual” itu sendiri memiliki pengertian yang relatif bagi setiap orang. Dalam pengertian ini, musik dari era modern seperti Kitaro, Richard Clayderman, Yanni, atau bahkan Enya, juga bisa digolongkan sebagai musik klasik, tergantung dari sisi mana kita menikmatinya. Kalau kita lebih banyak menikmati elemen intelektual – dalam pengertian melodi, harmoni, atau aspek komposisi lainnya, maka jadilah ia musik klasik. Tapi kalau kita berpegang pada pengertian yang pertama tadi, maka jelas jenis musik ini tidak masuk dalam pengertian musik klasik. Untuk ini tersedia genre tersendiri, yaitu “new age”, atau terkadang juga digolongkan sebagai “art music”.

Ciri-ciri musik klasik :

menggunakan peralihan dinamik dari lembut ke keras (crescendo) dan dari keras ke lembut (decrssend)
perubahan tempo dengan percepatan (accelerando) dan perlanbatan (ritardando)
hiasan / ornamentrik di perhemat pemakaianya
pemakaian akord 3 nada

Manfaat Musik Klasik
Posted by fauzikun on the November 11th, 2009

Musik klasik emang enak didengar di telinga kita. Tidak seperti jenis-jenis musik lainnya, musik klasik dapat membuat keadaan dan perasaan hati kita menjadi tenang, santai, dan nyaman. Selain membuat hati kita nyaman, masih banyak lagi manfaat musik klasik bagi kehidupan kita.

Serangkaian penelitian menyatakan bukannya seluruh musik dapat menimbulkan efek positif bagi kesehatan jiwa dan raga, tetapi musik klasik secara jelas memiliki kegunaan unik bagi kesehatan, misalnya:

1) Musik Klasik Mempercepat Pertumbuhan Janin
Sesuai penelitian ilmuwan Eropa dan Amerika serta dari daratan Tiongkok menunjukkan, musik klasik bisa menyediakan rangsangan pendengaran yang bersifat baik bagi janin, sangat membantu terhadap pendidikan janin. Penelitian menemukan, pada masa jabang bayi mendengarkan musik dari Mozart dan Bach, bisa memperluas volume otak besar, menambah kegiatan utama urat syaraf, membantu daya berimajinasi abstrak dari pertumbuhan normal anak. Penelitian menunjukkan, melakukan rangsangan suara secara berkala terhadap janin, misalkan musik klasik yang ringan lembut dan bisikan perlahan orang tua dan lain-lain, bisa memajukan syaraf perasa janin dan pertumbuhan lapisan kulit otak besar batang tengah perasa, meletakkan fondasi bagi pengembangan kebijaksanaan. Sebaliknya di bawah rangsangan musik modern dan suara hiruk pikuk, janin bisa merasa tidak tenang dan risau, detak jantung bertambah cepat, goyangan kandungan bertambah kuat.

2) Musik Klasik Meningkatkan Produksi Susu Sapi
Psychiater Universitas Inggris, menemukan bahwa memperdengarkan musik klasik ringan kepada sapi perah bisa membantu meningkatkan produksi susu mereka.

Namun, musik modern tertentu yang memekakkan telinga ternyata tidak membawa efek apapun. Doktor itu mengatakan, musik yang nyaman dan ringan tersebut bisa meningkatkan produk susu barangkali adalah karena mereka bisa mengurangi stress dari sapi perah. Sebagian peternak ayam sudah mengadopsi cara pemutaran musik untuk peningkatan produksi. Dahulu, juga ada bukti menunjukkan bahwa musik bisa mengurai stress pada ayam.

3) Musik Klasik Mempercepat Pertumbuhan Tanaman
Musik mempercepat tanaman berbunga, sudah diteliti di luar negeri sejak lama. Pernah dilakukan eksperimen sebagai berikut: Faktor yang barangkali bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman seperti temperatur, kelembaban, pencahayaan dan lain-lain di dalam lima buah kamar, diatur sesuai dengan kondisi yang sama, kemudian pada masing-masingnya ditempatkan tanaman yang mengandung kadar air dan tingkat kesuburan tanah yang sama. Satu-satunya yang berbeda ialah di dalam lima kamar tersebut diputar musik yang berlainan, masing-masing ialah: musik rap, musik pedesaan, musik klasik, musik pop dan kamar terakir sama sekali tidak ada musik.

Hasil eksperimen menunjukkan, pertumbuhan tanaman di dalam kamar ber-musik klasik pertumbuhannya terbaik, yang terjelek ialah tanaman yang berada di dalam kamar dengan musik rap. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman ialah, ritme musik rap kacau balau, musiknya kekurangan garis berkesinambungan, sulit diciptakan keadaan stabil dan nyaman yang memungkinkan tanaman yang bisa bernafas itu tumbuh, penampilan musik klasik ialah musik yang teratur, tertib dan harmonis, setiap mahluk berjiwa dengan demikian dapat terimbas, tumbuhnya akan lebih bagus.

4) Musik Klasik Dapat Meningkatkan Penjualan Makanan Dan Minuman
Sebuah penelitian di universitas di Inggris menunjukkan, musik bisa mempengaruhi kegemaran orang akan makanan, jikalau di ruang makan diputarkan musik klasik, pelanggan bisa membeli lebih banyak, jikalau diputarkan musik pop atau tanpa musik, maka konsumsi pelanggan jelas menjadi berkurang.

Doktor psychiater memimpin regu penelitian, melakukan pengamatan selama 3 minggu pada sebuah restoran di Inggris tengah. Mereka menemukan, irama musik yang halus dan mengalun indah dari Bach dan Mozart membuat pelanggan rela merogoh koceknya lebih dalam, tetapi apabila diputarkan si manis Britney Spears atau karya pop yang sedang ngetrend, maka pelanggan rata-rata mengeluarkan biaya lebih sedikit; jikalau tanpa musik, maka pengeluaran mereka bahkan lebih sedikit lagi.

Ternyata emang benar yah musik klasik memang banyak manfaatnya, bukan cuma untuk tubuh kita tapi juga bisa membantu penjualan makanan dan minuman. Kalo masih belum percaya, mendingan kita coba aja dengerin musik klasiknya.

SEJARAH MUSISI MUSIK KLASIK

GEORGE FRIDERIC HANDEL

Handel lahir di Halle,kota kecil di jerman tengah 23 februari 1685.ayahnya seorang ahli bedah dan tukang cukur. Ayahya tidak menyukai music sehingga Handel dilarang bermain musik dan dipaksa menjadi ahli hukum,namun Handorganel belajar music secara sembunyi-sembunyi. Suatu ketika keluarga Handel mengunjungi istana pangeran Wissenfels, Handel memainkan organ,kemudian pangeran mendengar dan sangat kagum kemudian meminta handell belajar music dengan lebih serius lagi. Handel belajar kepada Friedrich Wilhelm Zachov, seorang komponis dan pemain organ.

Pada usia 17 tahun ia masuk universitas untuk belajar hukum, namun Handel keluar dari universitas dan membuat ayahnya marah besar, kemudian Handel pindah ke Hamburg disana ia bergabung dengan sebuah teater opera. Handel dengan cepat terkenal lebih-lebih lewat dua operanya yaitu Almira dan Nero yang dimainkan di Hamburg.Handel hidup dengan berpindah-pindah tempat.Banyak karya-karya Handel antara lain ”Dixit Dominus” ”Messiah”(1707),Agrippina(1709) Rinaldo(1711) dan Tamerlano,Rodelinda,Giulio Cesare yg dibuat pada tahun 1724-1725.

Haden meninggaldunia setelah kesehatannya terganggu,matanya terancam buta. Ia meninggal pada usia 74 tahun pada tanggal 13 april 1759 dan dimakamkan di Westminster Abbey,London.

WOLFGANG AMADEUS MOZART

Dilahirkan di Salzburg, Austria pada tanggal 27 Januari 1756. Ayahnya, Leopard Mozart juga seorang komponis, pemain biola dan pengarang buku. Mozart adalah anak ketujuh, namun dari 7 anak hanya dua yang hidup yaitu Mozart dan kakak perempuannya Nanrel. Mozart sudah pandai bermain musik sejak usia 4 tahun pada usia 5 tahun ia sudah bisa mencipta lagu. Ayahnya sangat bangga dan membawa Mozart keliling eropa, khususnya untuk bermain didepan para penguasa dan raja yang kaya.

Mozart bersama dengan kakaknya Nanrel mengikuti tur yang diselenggarakan oleh ayahnya selama 3 tahun ke Vienna dan London. Disetiap tempat persinggahanya mereka diuji tenteng kemahiran membaca notasi dan memainkan alat musik. Pada suatu ketika, Mozart diminta memainkan Hapsikord dengan tuts yang tertutup kain agar tidak kelihatan. Mozart selalu berhasil dalam setiap ujiannya, ia belajar music dari pendengarannya dan memperhatikan para pemusik lainnya.

Mozart belajar secara otodidak dan tidak bersekolah music secara formal, pendidikan ilmiah didapat dari ayahnya termasuk matematika dan berbagai bahasa seperti latin, Italia, Perancis dan Inggris, karya Mozart antara lain opera ‘La Finta Semplice’ yang merupakan pesanan kaisar Austria. Di Italia membuat dua opera yaitu Mitridate dan Lucia Sillia. Ia juga membuat simfoni, kuartet gesek dan music gereja.

Karya Mozart yang terpenting adalah Symphony No 25 in G minor K.183 dan Symphony in A Major K.201 yang dibuat tahun 1773 dan 1774. Pada tahun 1784-1786 Mozart menciptakan opera La Nozze de Figaro(pernikahan Figaro) yang sangat terkenal. Di usia yang ke-35 Mozart sangat terpukul dengan meninggalnya sang ayah. Kesehatannya juga mulai menurun, disaat sakitnya itu ada seorang pangeran yang memesan karyanya dengan judul ‘Requim’ (istilah ini digunakan unuk upacara kematian), namun karya tersebut tidak pernah ia selesaikan hanya jadi setengahnya.

Hingga akhirnya Mozart mengalami demam tinggi dan meninggal pada tanggal 5 Desember 1797.
LUDWIG van BEETHOVEN

Ayah Beethoven yaitu Johann Beethoven bekerja sebagai penyanyi tenor untuk pangeran Bonn. Johann memaksa anaknya untuk latihan piano selama berjam-jam karena menginginkan anaknya seperti Mozart,namun kepandaiannya tidak setara dengan Mozart pada usia yang sama.

Guru Beethoven adalah Christian Gottlob Neefe,dia mengajar memainkan komposisi milik Bach dan cara berimprovisasi, pada tahun 1783 Beethoven menciptakan tiga buah sonata yang didedikasikan kepada pangeran Franz. Pada tahun 1787 Beethoven pergi ke Wina dan bertemu dengan Mozart lalu memainkan piano didepannya. Mozart sangat kagum dengan permainannya dan dia mengatakan bahwa suatu saat ia pasti menjadi musisi besar. Guru Beethoven lainnya yaitu Johann Schnenk, George Alberchtseberger dan Antonio Salieri

Karya Beethoven yang terkenal yaitu Sonata in C Major ‘Pathetique’,op.13 ,Sonata piano ‘Moonlight Sonata’, Pastorale Sonata, variasi Cello pada ‘Bei Manern’ ‘Welhce Liebe Fuhle’ milik Mozart, ‘Quintet Op.18’,’Septet in Eb Major Op.20’ dan ‘Quintet Op.29’

Pada pertengahan tahun 1801, Beethoven mulai menyadari bahwa pendengarannya mulai berkurang akibat otoslerosis. Penyakitnya ini membuat Beethoven mengalami depresi dan minder karena kala itu dia sedang berada di puncak karirnya. Selain itu, ia juga depresi juga karena tidak juga mendapatkan teman hidup.

Pada tahun 1802 ia mulai bangkit dan menciptakan karyannya lagi yaitu ‘Piano Concerto in Eb Major Op.37’ juga Violin Sonata Op.47. Pada tahun 1805 dia menggubah Symphony No3 in Eb, ‘Eroica’,Op.55 simponi ini didedikasikan untuk kepahlawanan Napoleon Bonaporte, tetapi Beethoven marah setelah mengumumkan dirinya sebagai kaisar, ia lalu mengubah simponi asli ini menjadi ‘Bonaporte’. Ia menuliskan “Simfonia Eroica….Composta per festiggiare il sovvenire de un grand uomo” yang berarti “Simponi eroika ditulis untuk mengenang seseorang yang agung”

Beethoven juga menciptakan lagu dengan gaya baru, pada ciptaannya ini terdapat tempo nada-nada seperti mars yang tidak pernah terjadi pada jaman sebelum Beethoven. Diusiannya yang ke-49 Beethoven menjadi tuli total. Pada thun 1826, Beethoven mengalami demam tinggi yang ternyata disebabkan sakit ginjal dan akhirnya dia meninggal pada tanggal 26 Maret 1827

FREDERIC CHOPIN

Komponis yang cukup terkenal pada jaman ini adalah Frederic Chopin. Chopin dilahirkan di kota kecil di Warsawa Polandia. Dia mulai belajar music secara formal, Chopin adalah sosok composer yang mengembangkan konsep artistic dalam permainan piano. Keindahan dan kedalaman temanya sangat terasa pada setiap nada dan melodi yang ia ciptakan. Ia menciptakan gaya music sendiri dan mengkombinasikan music tradisional polandia dan music barat, permainan pianonya ditekankan pada penguasaan pedal sebagai penekanan sustain, penempatan akor pada bass dan ornament indah pada setiap melodinya

Karya Chopin antara lain yaitu dua konserto piano, ‘Fantasy in F minor’ ‘Berceuse’ ‘Barcarolle’ beberapa sonata yaitu ‘prelude’ ‘etude’ ‘Mazurka’ ‘Impromptu’ dan lainnya, gaya permainan piano Chopin sangat individual dengan dominasi melodi.

J.S BACH

Johann Sebastian Bach lahir pada tanggal 21 Maret 1685 di kota Eisenach, Jerman. Ayahnya bernama Johann Ambrosius Bach, dia adalah seorang pemain terompet dan dirigen orkes kota tersebut. Johann Sebastian adalah anak bungsu dari delapan bersaudara. Pada saat orangtua Bach meninggal pada tahun 1695 dia pindah ke Ohrdruf dan diasuh oleh kakak laki-lakinya, Johann Christoph Bach. Di Ohrdruf, Bach melanjutkan pendidikannya ke sekolah Lyceum. Bach cukup berprestasi di sekolahnya, dari kakaknya Bach diajarkan bermain organ dan kemungkinan juga belajar bermain biola. Bach belajar sendiri ilmu komposisi dengan cara biasa dan lazim pada zaman itu, yaitu menyalin buku musik komposisi-komposisi komponis Barok.

Pada umur 15 tahun, Bach terpaksa keluar dari rumah kakaknya karena jumlah anggota keluarga mereka terus bertambah. Bach melalui perantaraan pemimpin musik sekolahnya menjadi anggota penyanyi koor di gereja Michaliskirche, di kota Luneburg. Bach bertemu dengan komponis penting pada masa itu, George Boehm (1661-1773), Bach kemudian menjadi muridnya dalam bidang komposisi.

Pada tahun 1722, Kuhnau, ketua musik sekolah St. Thomas di Leipzig meninggal. Bach mendapatkan jabatan tersebut, calon yang selain Bach adalah Telemann dan Graupner, namun Bach berhasil tepilih.

Pada masa ini Bach sangat rajin menggubah kantata-kantata namun juga penuh perselisihan dengan para pejabat Gereja. Bach menganggap mereka tidak mengerti keinginannya untuk memajukan musik gereja. Bach menggubah salah satu passion-nya yang paling terkenal, St. Matthew’s Passion (BWV 244). Komposisinya ini mendapat sambutan meriah dari publik. Bach juga menggubah Mass in B minor yang dianggap karya teragung dari kantatanya.

Pada tahun 1742 Count Kaiserling mengirimkan Johann Gottlieb Goldberg agar Bach menggubah suatu komposisi yang lembut agar sang Count bisa tidur. Bach menggubah Goldberg Variations (BWV 988) Komposisi ini dianggap sebagai musik dalam bentuk tema dan variasi yang paling agung dalam repertoar musik keyboard.

Pada akhir hidupnya Bach menderita kebutaan, pada saat ini pula ia menggubah Die Kunst der Fugue 13 (BWV 1080). Suatu komposisi dengan bermacam variasi bentuk dari suatu tema fuga. Bach menulis komposisi ini dengan berbaring di tempat tidur dan mengeja not yang ada di kepalanya kepada istrinya. Bach meninggal dunia pada tahun 28 Juli 1750 dan karya ini tidak sempat diselesaikan.

Musik Klasik, Symphony Keindahan

06Jun

Pengertian Musik Klasik

Musik klasik adalah musik yang diproduksi dalam seni, atau berakar dalam, tradisi musik liturgi Barat dan sekuler, yang mencakup periode yang luas dari sekitar abad ke-9 untuk menyajikan norma-norma sentral times.The dari tradisi ini menjadi dikodifikasikan antara 1550, dan 1900 yang dikenal sebagai periode praktek umum.

Musik Eropa sebagian besar dibedakan dari banyak bentuk-bentuk lain musik non-Eropa dan populer oleh sistem notasi staf, digunakan sejak sekitar abad ke-16. staf notasi Barat digunakan oleh komponis untuk resep ke pelaku lapangan, kecepatan, meter, ritme individual dan eksekusi yang tepat dari sebuah karya musik. Daun ini lebih sedikit ruang untuk praktek-praktek seperti improvisasi dan ornamentasi ad libitum, yang sering terdengar dalam seni musik non-Eropa (bandingkan musik klasik India dan musik tradisional Jepang) dan musik populer.
Musik Istilah klasik tidak muncul sampai abad ke-19 awal, dalam upaya untuk “suci dlm gereja” periode dari Johann Sebastian Bach untuk Beethoven sebagai masa keemasan. Referensi paling awal untuk “musik klasik” direkam oleh Oxford Kamus Bahasa Inggris dari sekitar 1836.

Ciri – ciri musik klasik :

  • Penggunaan dinamika dari Keras menjadi Lembut, Crassendo dan Decrasscendo.
  • Perubahan tempo dengan accelerando (semakin Cepat) dan Ritarteando (semakin lembut).
  • Pemakaian Ornamentik dibatasi
  • Penggunaan Akord 3 nada.

Fungsi dan kegunaan Musik klasik

Dalam proses pembelajaran musik yang digunakan adalah musik klasik karena musik klasik bersifat universal dan telah dilakukan berbagai penelitian yang membuktikan bahwa musik klasik bermanfaat bagi perkembangan otak manusia, dan musik klasik tidak mengandung kata-kata sehingga tidak akan terjadi interferensi auditori.

Sejarah Musik Klasik  

Musik Klasik pada dasarnya bukan hanya sebatas nama dari salah satu aliran/jenis musik. Tapi juga istilah luas yang mengacu pada tiga periode musik yang sangat populer pada zaman itu di Eropa barat. Istilah klasik sendiri diambil dari nama salah satu periode itu. Tiga periode musik yang dimaksud yaitu:

  1. Zaman Barok dan Rokoko (Abad 17)
  2. Zaman Klasik (Abad 18)
  3. Zaman Romantik (Pertengahan abad 18)

Pada abad-abad berikutnya musik klasik terus berkembang meskipun perkembangannya tidak secepat masa-masa sebelumnya. Perkembangan ini juga melahirkan musik Kontemporer Klasik pada abad 19 sampai abad 20.

Periode Musik Klasik

1. Zaman Barok dan Rokoko

Musik Barok adalah musik klasik barat yang digubah pada Zaman Barok (Baroque), kira-kira antara tahun 1600 dan 1750. Kata “Barok” berarti “mutiara yang tidak berbentuk wajar”, hal ini sangat cocok dengan seni dan perancangan bangunan pada era itu. Kata “Barok” pada akhirnya juga dipakai untuk jenis musik pada saat itu.

Ciri-ciri dari musik Barok, antara lain:

  • Melodi cenderung lincah.
  • Banyak menggunakan ornamen.
  • Ada dinamik forte dan piano.
  • Harmoni dua nada atau lebih berbunyi bergantian (polifonik/kontrapung).
  • Lazimnya hanya mencerminkan satu jenis emosi saja.

Para komponis musik Barok membuat perubahan di notasi musik dan juga menciptakan cara baru dalam memainkan instrumen musik. Era musik Barok juga merupakan tonggak dari terciptanya dan diakuinya musik dalam opera. Banyak sekali teknik musik dan konsep musik dari era Barok masih dipakai hingga saat ini. Kebanyakan dari alat musik klasik dimainkan dengan sangat baik di era ini.
Beberapa komponis zaman Barok:

  • Johann Sebastian Bach
  • George Friederich Handel
  • Antonio Vivaldi.
  • Johann Pachelbel

Pada zaman Barok, piano belum ditemukan, dan komposisi dikarang untuk hapsichord. Karya Bach untuk hapsicord lazim mempunyai dua melodi atau lebih untuk tangan kanan dan tangan kiri. Musik Barok jarang mempunyai modulasi atau rubato.

2. Zaman Klasik
Bila dibandingkan dengan musik era Barok, musik era klasik lebih ringan, lebih mudah dan tidak membingungkan, serta mempunya tekstur yang jauh lebih jelas. Melodi yang dimainkan di era ini biasanya lebih pendek dari era Barok. Ukuran orkestra sangat berkembang baik dalam kuantitas maupun kualitas.
Ciri-ciri dari musik zaman Klasik, antara lain:

  • Ornamen lebih dibatasi.
  • Ada peralihan tempo accelerando dan ritardando.
  • Ada peralihan dinamik crescendo dan decrescendo.
  • Harmoni tiga nada atau lebih bunyi bersamaan (homofonik).
  • Kontras pada ritme.

Pada zaman klasik muncul bentuk komposisi musik yang disebut sonata dan simfoni. Sonata adalah karya musik untuk permainan solo, sedangkan simfoni adalah untuk orkestra. Bentuk simfoni hamper mirip dengan sonata, hanya saja simfoni biasanya dilengkapi dengan bagian sisipan yang disebut minuet, trio, dan scherzo.
Beberapa komponis zaman klasik:

  • Franz Joseph Haydn
  • Wolfgang Amadeus Mozart
  • Carl Philipp Emanuel Bach (anak kedua dari Johann Sebastian Bach)
  • Ludwig Van Beethoven (masa peralihan zaman Klasik dan zaman Romantik)

3. Zaman Romantik
Walaupun dinamakan era musik Romantik, bukan berarti musik di era ini hanya berisi tentang cinta ataupun cinta yang Romantik. Dinamakan Romantik karena dapat menggambarkan komposisi musik pada jangka waktu tersebut. Romantik disini tidak ada hubungannya dengan cinta. Romantik disini menggambarkan karya-karya dan komposisi musik yang lebih bergairah dan jauh lebih ekspresif dari pada era-era sebelumnya.
Karakteristik utama dari musik Romantik sendiri adalah kebebasan lebih dalam bentuk musik dan ekspresi emosi serta imajinasi dari komponis. Lalu ukuran dari orkestra yang menjadi semakin besar dan bahkan bisa disebut raksasa dibandingkan sebelumnya. Hasil karya dari para komponis juga menjadi semakin kaya akan variasi dari mulai lagu hingga karya pendek dengan piano dan diakhiri dengan ending yang sangat spektakuler dan dramatis pada puncaknya. Secara teknik, para pemain musik pada era ini juga mempunyai level sangat tinggi.
Ciri-ciri dari musik zaman romantik, antara lain:

  • Ciri Tidak ada ornamen.
  • Melodi berekspresi.
  • Harmoni bervariasi, homofonik dan polifonik.
  • Penggunaan dinamik dan tempo secara optimal dan bervariasi.

Beberapa komponis zaman romantik, antara lain:

  • Franz Liszt
  • Richard Wagner
  • F. J. L. Mendelssohn

Ragam dan Jenis Musik Klasik

Ragam dan jenis Musik Klasik digolongkan melalui Periodisasi tertentu, yaitu:

  1. Notasi Gregorian tahun 590

Notasi ini memakai empat garis sebagai balok not, tetapi belum ada rotasi iramanya sehingga hitungan berdasarkan perasan penyanyi.

  1. Musik Organum 1150-1400

Di sini terjadi susunan lagu berjarak oktaf. Suara tinggi terbentuk dari anak-anak atau wanita dan suara rendah dari laki-laki.

  1. Musik Discant 1400-1600

Pada masa ini dirasakan ternyata tidak semua bisa mengikuti nada tinggi atau nada   rendah, oleh sebab itu diputuskan untuk membuat suara yang lebih kuat atau lebih rendah mengikuti melodi kuart tinggi maupun kuart rendah dan musik yang demikian ini disebut musik Diafoni

  1. Basso Ostinato tahun 1600

Musik ini adalah music yg berupa rangkaian nada-nada yang bergerak selangkah demi selangkah ke bawah atau ke atas, kemudian diulang pada rangkaian nada lain secara bersama.

  1. Musik Polifoni Era Barok (1600-1750)

Musik ini adalah music yg adalah salah satu musik polifoni dengan teknik kontrapung yang sangat tinggi. Karena disusun seperti Matematika. Hampir semua komponis era barok (1600-1750) menyusun dengan teknik kontrapung,

  1. Musik Homofon Era Klasik (1750-1825)

Selanjutnya pada era klasik (1750-1825) ditemukan Susunan akord yang berdasarkan tri-suara (triad), sehingga berkembang empat suara atau lebih. Musik ini biasanya disebut music Harmoni

  1. Musik Klasik Era Romantika (1820-1910)

Hampir tidak ada perubahan dalam kontrapung dan harmoni secara fundamental. Namun ada kemajuan dalam orkestrasi lengkap (dengan penemuan alat musik) Era romantika adalah yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran masyarakat umum terutama pada musik opera, musik balet, dan walsa wina.

  1. Musik Klasik Modern (1910-sekarang)

Pada masa musik klasik ini, karya yang paling tekenal berada pada abad ke-20 yakni: kitaro, Ricart Clayderman, Yanni dan Enya. Terdapat berbagai Aliran musik yang berkembang yaitu: Musik klasik, musik rock, Musik tradisional dan musik keagamaan.

Bentuk komposisinya

Karya musik yang terdiri atas empat bagian satu kesatuan yang utuh, masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat, lambat kemudian nuansa tempo seperti musik dansa, kembali lagi ke bagian 1 dengan tempo cepat sebagai penutup.

Bentuk Musik Klasik :

  1. Fast movement
  2. Slow movement
  3. Dance related movement
  4. Fast movement

Bentuk Komposisi Sonata akan dijelaskan sebagai berikut :

Sonata adalah karya musik yang terdiri dari atas 3 bagian, satu kesatuan yang utuh, masing-masing dirancang dalam rangkaian tempo cepat, lambat dan kembali ke tempo cepat.

Sonata terbagi atas 4 bagian yakni :

  • Eksposisi:

Eksposisi adalah bagian yang menggambarkan nuansa penuh semangat, kuat eksposisi terbagi atas tema pokok, bridge, tema ke II, dan tema penutup

  • Pengembangan:

Bagian ini mengandung uraian tema dari eksposisi dibentuk kedalam motif-motif.

  • Rekapitulasi:

Rekapitulasi merupakan sebuah pernyataan kembali bagian eksposisi, tetapi dengan modifikasi-modifikasi tertentu, Pada Rekapitulasi Tema ke II dan Tema Penutup menggunakan tangganada Tonika bukan tangganada yang kontras.

  • Coda:

Pada bagian akhir dari sebuah sonata, umumnya menggunakan coda sebagai penutup, coda merupakan penutup dari seluruh rangkaian, bagian ini biasanya diawali dengan dominan, apabila awal lagu dalam mayor apabila awal lagu dimulai dengan minor, dan berakhir pada tonik tetapi apabila akhir sebuah sonata tidak kembali ke tonika, rangkaian lagu tersebut disebut Atonal.

Contoh alat musiknya

Beberapa jenis musik klasik :

a)     Harpsichord

b)     Piano Instrumen

c)     Biola

d)     Brass

e)     Violin Kecil (Cello)

Tokoh Musik Klasik

Johann Sebastian Bach

Johann Sebastian Bach (lahir di Eisenach, Jerman, 21 Maret 1685 – meninggal 28 Juli 1750 pada umur 65 tahun) adalah seorang komponis Jerman  Ia menggubah musik untuk alat musikorgan, harpsichord dan clavichord, dan juga untuk orkestra. Karyanya yang paling terkenal adalah Brandenburg concert.

Para musikolog membagi seluruh komposisi Bach dalam lima masa, masing-masing komposisi memperlihatkan perbedaan gaya yang cukup spesifik jika saling dibandingkan tahun pembuatannya. Yang membuat gaya lagu Bach berbeda dari yang lain adalah bahwa semua lagu yang dibuatnya baik lagu Jesu Joy of Man’s Desiring atau lagu yang kebanyakan dibuatnya ditujukan untuk Tuhan.

Masa Pertama

Johann Sebastian Bach lahir pada tanggal 1 Maret 1685 di kota Eisenach, Jerman. Ayahnya bernama Johann Ambrosius Bach, dia adalah seorang pemain terompet dan dirigen orkes kota tersebut. Johann Sebastian adalah anak bungsu dari delapan bersaudara. Pada saat orangtua Bach meninggal pada tahun 1695 dia pindah ke Ohrdruf dan diasuh oleh kakak laki-lakinya, Johann Christoph Bach. Di Ohrdruf , Bach melanjutkan pendidikannya ke sekolah Lyceum. Bach cukup berprestasi di sekolahnya, dari kakaknya Bach diajarkan bermain organ dan kemungkinan juga belajar bermain biola. Bach belajar sendiri ilmu komposisi dengan cara biasa dan lazim pada zaman itu, yaitu menyalin buku musik komposisi-komposisi komponis Barok.

Pada umur 15 tahun, Bach terpaksa keluar dari rumah kakaknya karena jumlah anggota keluarga mereka terus bertambah. Bach melalui perantaraan pemimpin musik sekolahnya menjadi anggota penyanyi koor di gereja Michaliskirche, di kota Luneburg. Bach bertemu dengan komponis penting pada masa itu, George Boehm (1661-1773), Bach kemudian menjadi muridnya dalam bidang komposisi.

Masa Kedua

Pada tahun 1702, pada Bach berangkat dari Luneburg dan mencari pekerjaan sebagai organis. Pekerjaan sebagai organis umumnya diberikan pada kepada pemusik yang menang dalam lomba improvisasi untuk organ. Bach memenangkan lomba tersebut dan mendapat jabatan di kota Sangerhausen, namun pangeran setempat tak setuju dan mengangkat orang yang lebih tua dari Bach. Pada tahun 1703, Bach mendapat tugas sebagai pelayan dalam memainkan musik untuk salah satu pangeran di Weimar, pada masa tersebut Weimar diperintah oleh dua pangeran. Pangeran pertama adalah pimpinan dan yang kedua adalah wakilnya. Pada tahun yang sama, Bach mendapat pekerjaan sebagai pemain organ di gereja kota Arnstadt. Pada masa ini Bach mengalami konflik dengan para anggota koor, dia tak dapat bekerja sama dengan anggota koor sehingga sering terjadi kesulitan dan berselisih paham dalam latihan koor.

Pada tahun 1705, Bach diizinkan cuti dan ia pergi kota Lubeck untuk mendengarkan penampilan Dietrich Buxtehude, Bach mengharapkan agar bisa mengambil posisinya sebagai organis setelah Buxtehude pensiun tapi ternyata Buxtehude meminta Bach menjadi penerus keluarganya dengan menikahi anak tertua dari lima anaknya yang ditolak oleh Bach.
Bach ternyata tinggal selama kurang lebih tiga bulan dan lebih lama dari jangka waktu cuti yang diberikan dewan gereja. Bach ditegur dewan gereja, bukan karena keterlambatannya namun karena iringan-iringan koral untuk kebaktian dirasa terlalu sulit untuk diikuti oleh jemaat.
Pada tahun 1703, ia berhasil memenangkan perlombaan untuk menjadi pemain organ di gereja Santo Blasius, Mulhausen yang terletak sekitar 55 kilometer dar Arnstatdt. Di sini, Bach tertarik dengan Maria Barbara yang ternyata adalah sepupunya, mereka menikah pada tahun yang sama. Pada tahun 1708 Bach menggubah Gott is mein Konig (BWV 71).

Masa Ketiga

Bach dipanggil untuk menjadi pemain organ oleh pangeran Wilhelm Ernst, pangeran kota Weimar, yang sangat terkesan dengan permainan Bach dan mendorongnya untuk membuat lebih banyak komposisi. Bach tinggal di Weimar sampai tahun 1717. Pada tahun 1713, mengetahui Bach melamar suatu jabatan sebagai pemain organ di kota Halle, Pangeran Wilhelm melantik Bach menjadi konzertmeister dan menaikkan gajinya. Namun sebagai konsekuensinya, Bach harus menciptakan sebuah kantata setiap bulannya. Pada tahun 1716 jabatan Kapelmeisterdiganti oleh Georg Phillipe Telemann(1681-1767) yang merupakan komponis paling populer pada masa Bach. Pada tahun 1717 Bach diterima sebagai Kapelmeister oleh pangeran Leopold di Cothen dan meminta pengunduran diri kepada Pangeran Wilhelm. Permohonan Bach ditolak namun dia diijinkan ke Dresden untuk berlomba improvisasi dengan seorang pemain harpsikord dari Perancis, Louis Marchand. Pada bulan November, Bach dipecat secara tidak hormat oleh Pangeran Wilhelm.

Anak-anak Bach

Wilhelm Friedemann Bach (anak pertama Bach).
Carl Philipp Emanuel Bach (anak kedua Bach yang berhasil hidup sampai dewasa).
Johann Christoph Friedrich Bach (anak termuda kedua Bach).
Johann Christian Bach (anak termuda Bach).

Wolfgang Amadeus Mozart
Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) adalah seorang komponis. Ia dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah. Karya-karyanya (sekitar 700 lagu) termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte. Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

Masa Awal (1756-1772)
Mozart, yang dikenal memiliki kemampuan tala mutlak (mengenal nada dengan tepat tanpa bantuan alat), mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie (“Simfoni Anak-Anak”). Wolfgang adalah anak bungsu dari tujuh bersaudara yang meninggal prematur. Hanya dia dan Maria Anna Mozart (“Nannerl”) yang bertahan hidup sampai dewasa. Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya.

Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun. Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Nannerl, dia juga adalah pemain keyboard yang sangat handal. Leopold yang menemukan bakat kedua anaknya merasa “terpanggil” untuk memamerkan mereka ke seluruh Eropa.

Bermain piano di depan Raja Bayern
Mozart kemudian dibawa untuk bermain piano di depan raja Bayern di München. Pada bulan September 1762, Leopold mengambil cuti panjang dari jabatannya untuk mempromosikan anaknya kepada raja-raja. Mereka lalu berangkat ke Wina. Di sana Mozart bermain piano di depan Ratu Maria Theresia yang terpukau akan keahlian permainan Mozart dan Nannerl. Setelah konser ini, Mozart harus mengikuti konser yang cukup panjang selama tiga tahun yaitu Paris (1763, 1765) dan London (1764-1765). Di tempat-tempat tersebut, Mozart mengadakan konser di depan raja-raja dan juga diuji oleh mereka. Antara lain dengan mengimprovisasi tema-tema yang diberikan oleh penguji dengan mata yang ditutup selembar kain. Mozart disambut sebagai anak ajaib di segala tempat. Di London, dia juga bertemu dengan anak dari Johann Sebastian Bach, yaitu Johann Christian Bach yang sering dipanggil sebagai English Bach.

Mozart memainkan piano sonata dalam empat tangan sembari duduk di pangkuan Bach.
Simfoni-simfoni dari Bach dan Carl Friedrich Abel memengaruhi simfoni-simfoni Mozart yang pertama (K.16 & K.19), yang pada tahun 1764 & 1765. Pada 1767, Mozart menggubah beberapa piano sonata dari komponis-komonis lain dan membuatnya menjadi empat buah piano Concerto pertamanya (K.37, K.39, K.40, K.41). Pada tahun 1768, atas permintaan Kaisar Wina, Mozart menggubah Opera buffa (komik opera), La Finta Semplice (namun tak terpentaskan) dan operetta Bastien und Bastienne.

Perjalanan ke Italia
Pada tahun 1769, Mozart mengadakan perjalanan ke Italia. Hasil perjalanan ini cukup baik, Mozart sangat produktif dalam penciptaan komposisi. Dia menggubah opera Mitridati, rè di Ponto (1770) dan Lucia Silla (1772) dan keduanya mendapat sukses besar dalam pertunjukannya di Milano. Mozart juga mencipatakan banyak simfoni selama perjalanan ini, dan dipengaruhi para komponis-komponis italia seperti Sammartini. Di Bologna, Mozart juga mempelajari Kontrapung pada guru komposisi yang paling terkenal pada masa itu, Padre Martini.

Masa Salzburg (1773-1780)
Sebelum kembali dari Italia, Mozart tinggal bersama ayahnya selama sepuluh minggu di Wina, Leopold tidak ingin Mozart kembali dan bekerja menjadi “tukang” musik yang tak terlalu dihargai di Salzburg. Leopold berusaha mendapatkan jabatan untuk anaknya di Wina, namun tak berhasil. Sebenarnya, perbuatan Leopold memamerkan anak-anaknya ke seluruh Eropa tak terlalu disukai oleh Kaisar Austria.

Maestro kapel Uskup Agung Salzburg
Di Wina, Mozart mendengar karya-karya Joseph Haydn yang terbaru dan dia juga berteman dengan Michael Haydn (1737-1806), adik dari Joseph Haydn. Salah satu karya yang penting pada pada masa ini adalah K.183, Simfoni No. 25 in G Minor (1773) dan K. 201, Simfoni in A Major (1774). Pada saat yang sama di Salzburg, Uskup Segismundo meninggal dunia dan digantikan oleh Hieronymous von Colloredo yang otoriter dan enerjik. Sekembalinya dari Italia, Mozart menjabat sebagai Maestro kapel di Salzburg.
Uskup Colloredo yang tak terlalu berminat pada musik, membuat Mozart merasa kesal terutama karena sikapnya yang sering meremehkan Mozart. Untuk melupakan rasa ketidaksukaannya pada Colloredo, Mozart menjadi cukup rajin bekerja, dia mengerahkan kemampuannya untuk penciptaan berbagai komposisi.

Pada ulang tahunnya yang ke-21, jumlah komposisinya sudah mencapai tiga ratus buah. Pada tahun 1777 Mozart mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Maestro dan dia memulai kariernya sebagai musisi freelance di Wina. Karya-karya pentingnya dari 1775-1777 termasuk sonata-sonata piano yang pertama, lima Violin Concerto, dan beberapa Piano Concerto, opera La jardinera gingida termasuk karya agungnya yang pertama K.271 dalam Eb Major.

Perjalanan panjang ke Paris
Mozart sekeluarga berencana untuk pergi dan berkarier di Paris. Namun Leopold yang masih terikat kontrak kerja dengan Kapel Uskup Agung Salzburg tak dapat pergi sehingga Mozart pergi ditemani ibunya. Mereka berangkat pada bulan September 1777, dan perjalanannya memakan waktu 16 bulan. Sebelum sampai di Paris, mereka singgah dan menetap selama beberapa waktu di München dan Mannheim. Di Mannheim, Mozart berteman dengan komponis Cannabich dan Holzbauer. Ia mencoba mendapatkan jabatan di sana melalui Pangeran Mannheim namun tak berhasil. Alasan utama Mozart menetap lebih lama di Mannheim adalah karena dia bertemu dan jatuh cinta kepada Aloysia Weber, seorang penyanyi sopran berusia 16 tahun. Leopold yang mengetahui hal ini menulis surat yang mengatakan bahwa Mozart harus memutuskan pilihannya sendiri, apakah dia mau hanya menjadi ‘artis jalanan yang akan dilupakan orang seiring berjalannya waktu atau menjadi seorang musisi yang terkenal, dicintai dan ditulis di berbagai buku’.
Mozart juga menemukan komposisi 6 duetti a Clavicembalo e Violino dari Joseph Schuster dan mengirimnya ke Nannerl. Dia menulis surat ke ayahnya ‘Jika aku tinggal di sini, aku juga akan membuat enam buah dalam gaya yang sama karena mereka cukup laku di sini walau kecewa (dan juga karena cintanya ditolak Aloysia), Mozart meneruskan perjalananya ke Paris. Di Paris, Mozart mulai bekerja dengan memberi les-les privat, dan menciptakan lagu-lagu yang sesuai dengan selera orang Perancis. Mozart mendapat kesempatan untuk mementaskan karyanya oleh Concert Spirituel. Salah satu karya yang paling penting adalah K.297, Simfoni No. 31 ‘Paris’.

Namun, setelah pementasan ini, tak lama ibu Mozart jatuh sakit karena demam tinggi dan meninggal pada 3 Juli 1778. Teman Mozart di Paris, seorang bangsawan bernama Grimm menuliskan surat pada Leopold bahwa tak ada masa depan bagi Mozart di Paris terutama karena adanya kontroversi antara para pendukung Gluck dan pendukung opera Italia sehingga Mozart tak diperhatikan.
Leopold kemudian berhasil mendapatkan jabatan organis di Istana Salzburg dengan gaji yang lebih tinggi daripada jabatan sebelumnya. Sebelum berangkat dari Paris, Mozart bertemu kembali dengan J.C. Bach yang sedang mementaskan Opera. Karya-karya penting selain simfoni ‘Paris’ adalah beberapa Violin Sonata termasuk K.304 Violin Sonata in E Minor, K. 299, Concerto for Flute and Harp in C Major, dan K.310, Sonata in A Minor, salah satu sonata Mozart yang memiliki suasana yang kelam karena ini diciptakan Mozart untuk ibunya yang meninggal.

Kepulangannya ke Salzburg
Mozart pulang melalui Mannheim namun orkestra Mannheim yang terkenal telah pindah ke München. Mozart lalu pergi ke München dan tinggal selama beberapa waktu dengan keluarga Weber. Di sini, Mozart mengalami patah hati karena Aloysia mendapatkan jabatan sebagai soprano dan tak mengacuhkan keberadaan Mozart.
Leopold menjadi kesal atas penundaan Mozart dan sikapnya yang kurang bertanggung jawab akan suatu jabatan penting. Dia khawatir kalau-kalau jabatan organis itu diberikan orang lain.
Mozart pulang ke Salzburg dan dia langsung mendapat jabatan sebagai organis di sana. Tugasnya antara lain bermain organ di katedral, istana, dan kapel istana, menggubah lagu pesanan, dan mengajar paduan suara anak-anak.
Tahun 1779 dan 1780 berlangsung tanpa banyak peristiwa. Karya-karya pentingnya pada masa ini termasuk K. 364, Sinfonia Concertante in Eb, Simfoni no. 32-34, beberapa Concerto, serenade, divertimento, musik gerejawi yang termasuk K. 317, Missa Coronation dan K. 339, Vesparae.

Masa München (1781-1784)
Mozart, walau mendapat jabatan penting sebagai organis masih tidak bisa akur dengan Colloredo. Pada musim panas 1780, Mozart mendapat pesanan opera Idomeneo. Mozart melihat kesempatan ini sebagai kemungkinan melepaskan diri dari Colloredo secara perlahan-lahan.
Pertunjukkan Idomeneo berlangsung sukses dan disambut hangat oleh publik. Keluarga Mozart kemudian pergi ke Ausburg untuk menghadiri perayaan karnaval dan pesta tradisional di kota tersebut. Namun tak disangka, Colloredo ternyata juga hadir dalam pesta itu. Dia memaksa Mozart untuk pergi ke Wina bersama rombongannya dan menghadiri penobatan Kaisar Joseph II.
Di Wina Mozart diperlakukan secara tidak hormat sampai-sampai berujung ke pertengkarannya dengan Colloredo. Pada 9 Mei 1781, Mozart bertengkar hebat dengan Colloredo dan meminta dirinya diberhentikan, namun ditolak. Satu bulan kemudian, Mozart dipecat secara tidak hormat. Ia pindah rumah ke keluarga Weber di Wina. Ia tidak kembali ke Salzburg.

Aloysia Weber sudah menikah dengan seorang aktor, namun Mozart terpikat oleh Constanze Weber, anak ketiga keluarga Weber. Ayahnya sama sekali tak menyetujui hubungan Mozart itu. Untuk meredakan ketegangan, Mozart pindah ke rumah sendiri pada September 1781. Pada 15 Desember 1781, Mozart mengakui hubungannya dengan Constanze. Leopold tetap tidak merestui hubungan tersebut.
Sebenarnya, Mozart tidak dapat melepaskan diri karena ibu Konstanze mengancam apabila hubungan mereka putus, Mozart harus mengganti uang kompensasi yang telah banyak dikeluarkan.
Pernikahan Mozart

Pada 4 Agustus 1782 Mozart menikahi Constanze di katedral St. Stefanus. Keesokan harinya, Mozart mendapat surat dari Leopold yang isinya merestui hubungan mereka walau surat tersebut bernada dingin. Pernikahan Mozart cukup bahagia walau mereka cukup banyak menghadapi tantangan hidup. Mozart selalu mengalami krisis uang namun dia tak pernah hidup dalam kemiskinan, dan dari enam anaknya, hanya dua yang hidup.

Mozart mencari nafkah dengan mengajar tiga atau empat murid yang kaya dan memainkan konsert-konsert di rumah bangsawan di Wina. Pada Desember 1781, Mozart tampil di Istana Kaisar dalam suatu pelombaan informal dengan Muzio Clementi. Mereka berdua membuat improvisasi secara individual dan bersama-sama memainkan sonata. Meskipun Mozart dianggap menang dalam lomba tersebut, tapi harapannya untuk mendapatkan jabatan di istana tak terpenuhi.
Pada 16 Juli 1782, Mozart menggelar opera Die entfuhrung aus dem Serail. Opera ini mendapatkan sambutan meriah dari publik. Kaisar Joseph II mengatakan pada Mozart bahwa opera tesebut memiliki “nada yang banyak sekali” dan Mozart menjawab “jumlah nada yang tepat secara persis, Baginda“. Bahkan Gluck meminta pertunjukan opera tersebut diulang.

Pada tahun yang sama, ia sering bermain secara rutin di rumah Pangeran Gottfried von Swieten. Swieten yang tertarik dengan musik Barok ternyata memengaruhi Mozart dalam pembuatan komposisi. Mozart mengembangkan gaya kontrapung dalam musiknya.
Pada tahun 1784, Mozart bergabung menjadi anggota Freemason, suatu serikat yang mendukung ide persaudaraan di bawah Tuhan. Berkat serikat inilah Mozart dapat meminjam uang pada saat ia perlu.

Masa terakhir (1784-1791)
Puncak karier Mozart terdapat di masa 1784-1786. Mozart sangat rajin menggubah. Dia membuat duabelas Concerto dan dianggap para musikolog sebagai karyanya yang paling penting. Walau Kaisar Joseph II ikut mendengar konser Mozart, hal itu sama sekali tak membantu keuangannya. Mozart diberi jabatan sebagai pemusik istana dengan gaji yang tak terlalu besar.

Pementasan di Praha
Le Nozze di Figaro (“Pernikahan Figaro”) dipentaskan pertama kali di Wina pada tahun 1786 dan meraih sukses sehingga Mozart membawanya ke Praha (ibukota Ceko) dengan kesuksesan lebih besar lagi.
Mozart menggubah beberapa karya lagi antara lain K. 505, Simfoni No. 38 in D Major ‘Prague’. Berkat kesuksean Le Nozze di Figaro, Mozart bersemangat untuk membuat opera baru antara lain Don Giovanni, sebuah komik opera. Mozart untuk pertama kali memakai trombon pada operanya, hal inilah yang mengakibatkan munculnya efek yang cukup dramatis. Pada tahun 1787, Leopold meninggal dunia dan cukup memengaruhi karya Mozart

Simfoni-simfoni terakhir Mozart
Simfoni-simfoni terakhir Mozart, Simfoni No. 39, 40, dan 41 ‘Jupiter’ tak diketahui secara pasti apakah mereka dipentaskan sebelum Mozart meninggal atau tidak. Pada musim semi tahun 1789, Mozart pergi ke Berlin tampil sebagai pianis di depan Pangeran Sachsen di Dresden, dia juga bermain organ di Thomaskirche di Leipzig. Dia juga memainkan konser privat di depan Friedrich Wilhelm II, di kunjungannya ke Potsdam dan Berlin. Wilhelm II memintanya membuat enam kuartet piano dan enam piano sonata yang sayangnya tak sempat terselesaikan oleh Mozart.

Kembali ke Wina dan akhir hayat Mozart
Kembali ke Wina, Mozart mementaskan operanya, Die Zauberflote (“Seruling Ajaib”). Opera ini sukses besar, libretto-nya ditulis oleh Emanuel Schikaneder (1751-1812). Setelah opera ini selesai, Mozart mendapat pesanan dari Pangeran Franz von Walsegg untuk membuat sebuah Requiem yang bermaksud menjadikan komposisi tersebut sebagai karyanya untuk mengenang istrinya yang telah meninggal. Mozart tak sempat menyelesaikan karya besar ini lalu diteruskan oleh muridnya, Franz Xaver Süssmayr. Menurut beberapa sumber, Mozart tak sanggup menyanyikan bagian Lacrimosa saat sedang memainkan lagu ini dengan teman-temannya. Dari musiknya yang kelam, Franz Beyer mengomentari, dalam album Requiem ‘Aku bisa mendengar suara Mozart, yang berbicara untuk kepentingannya sendiri, dengan keadaan yang mendesak, seperti anak kecil yang sakit dan melihat ibunya dengan penuh harapan dan ketakutan akan perpisahan’. Mozart juga mengalami takut akan kematian. Pada tanggal 5 Desember 1791, Mozart meninggal, jam satu pagi.

Sebab-musabab Mozart meninggal tak pernah tercatat dengan jelas. Para musikolog membuat beberapa dugaan kemungkinan kenapa kuburan Mozart tak diketahui letaknya.

  1. Mozart diracuni Salieri yang merupakan saingannya. Ada jurnal di Eropa yang mengatakan Salieri mengakuinya sebelum ia meninggal di tempat tidurnya (1825), walau ada cerita lain yang menentang hal ini.
  2. Pada pemakaman Mozart terdapat badai salju sehingga keluarganya tak bisa mengikuti pemakaman. Cerita ini dibantah oleh catatan cuaca Wina.
  3. Tubuh Mozart dipindahkan ke tempat lain karena keluarganya tak membayar ongkos penguburan.

Ludwig van Beethoven
Ludwig van Beethoven (dibaptis 17 Desember 1770 di Bonn, wafat 26 Maret 1827 di Wina) adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni kelima dan kesembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Ia dipandang sebagai salah satu komponis yang terbesar dan merupakan tokoh penting dalam masa peralihan antara Zaman Klasik dan Zaman Romantik. Semasa muda, ia adalah pianis yang berbakat, populer di antara orang-orang penting dan kaya di Wina, Austria, tempatnya tinggal. Namun, pada tahun 1801, ia mulai menjadi tuli.

Ketuliannya semakin parah dan pada 1817 ia menjadi tuli sepenuhnya. Meskipun ia tak lagi bisa bermain dalam konser, ia terus mencipta musik, dan pada masa ini mencipta sebagian karya-karyanya yang terbesar. Ia menjalani sisa hidupnya di Wina dan tak pernah menikah.

Keluarga
Kakek Beethoven, Ludwig Louis van Beethoven (1712-1773) bertugas sebagai penyanyi di kapel istana Bonn. Ayahnya, Johann van Beethoven (1740-1792) bekerja sebagai penyanyi tenor untuk pangeran Bonn (dari tahun 1752). Ibunya bernama Maria Magdalena Keverich (1767-1787). Johann van Beethoven memaksa anaknya latihan piano berjam-jam karena menginginkan anaknya menjadi ‘anak ajaib’ seperti Mozart. Beethoven mengadakan konser pertamanya pada tanggal 26 Maret 1778 tapi kepandaiannya tak setara dengan Mozart pada usia yang sama.

Masa muda
Guru komposisi pertama Beethoven adalah Christian Gottlob Neefe (1748-1798). Neefe yang melihat bakat musik Beethoven mengajari Beethoven memainkan komposisi-komposisi milik Bach dan cara berimprovisasi, dia juga membantu Beethoven menerbitkan karya pertamanya (1783). Dalam sebuah majalah musik, Neefe menulis bahwa Beethoven bisa menjadi ‘Mozart’ yang kedua seandainya ia meneruskan kariernya.

Pangeran Bonn, Franz Xaver Stelker menunjuk Beethoven sebagai wakil Neefe dalam bermain organ dan harpsikord. Pada 1783, Beethoven menerbitkan tiga sonata yang didekasikan kepada Pangeran Franz, tapi karena ia belum mendapatkan gaji dari pekerjaannya, Beethoven meminta untuk menjadi wakil Neefe secara resmi. Permohonan ini dikabulkan pada tahun 1784. Pada 1785, Beethoven menggubah tiga trio piano untuk pangeran namun karya ini tak diterbitkan sampai Beethoven meninggal. Pada saat yang sama, Beethoven belajar musik pada Franz Ries.

Pada 1787, Beethoven pergi ke Wina atas perintah Pangeran. Di sana ia bertemu dengan Mozart dan memainkan piano di depannya. Mozart sangat kagum dengan Beethoven dan dia mengatakan bahwa Beethoven bisa menjadi musikus besar pada masa depan nanti. Kunjungan Beethoven hanya sementara karena uangnya habis, dia juga dipanggil pulang ke Bonn karena ibunya sakit parah akibat TBC, yang kemudian merenggut nyawanya pada 17 Juli 1787. Beethoven terbeban mengurusi kedua adiknya yang masih kecil. Karena ayahnya pemabuk dan menghambur-hamburkan uang untuk alkohol, Beethoven meminta agar gaji ayahnya diberikan kepadanya. Beethoven mendapat penghasilan tetap dengan memberi les piano kepada keluarga bangsawan.

Berguru kepada Haydn
Pada 1792, Joseph Haydn sedang menetap di Wina untuk sementara dalam perjalanannya menuju London. Pangeran Waldstein, salah satu teman dekat Beethoven berhasil membujuk Pangeran Franz untuk membiayai perjalanan Beethoven menuju Wina untuk belajar komposisi pada Haydn.

Pelajaran komposisi Beethoven pada Haydn tak berjalan dengan baik. Haydn memang guru yang ramah dan baik namun dia tak memberi banyak perhatian dan tidak mengoreksi tugasnya dengan teliti. Haydn menghargai Beethoven walau dia kurang mengerti ide-ide musiknya. Beethoven tanpa sepengetahuan Haydn belajar komposisi di bawah bimbingan Johann Schenk. Pangeran Franz memanggil Beethoven pulang ke Bonn tetapi Beethoven memilih untuk tinggal di Wina dan berkarier di sana sampai ia meninggal.
Pada saat Haydn pergi ke London pada awal 1794, Beethoven belajar komposisi pada Johann Georg Alberchtsberger dan Antonio Salieri. Beethoven memulai kariernya di Wina sebagai pianis. Pada Maret 1795, Beethoven membawakan Piano Concerto in Bb Major, Op. 19, dia juga mengadakan kunjungan ke Praha, Dresden, Leipzig, dan Berlin pada 1796.
Di Wina

Awal karier
Pada awal kariernya di Wina, Beethoven masih mendapat gaji dari Pangeran Franz, selain itu ia juga dibantu oleh beberapa bangsawan yang mendukungnya, antara lain Pangeran Carl von Lichnowsky. Beethoven mendedikasikan kepadanya salah satu sonata pianonya yang paling terkenal, Sonata in C Minor ‘Pathetique’, Op. 13. Masa awal Wina merupakan masa yang cukup produktif bagi Beethoven. Komposisi-komposisi yang ia gubah antara lain simfoni no. 1 dan 2, lima sonata piano termasuk ‘Moonlight’ sonata dan ‘Pastorale’ sonata, sonata biola keempat dan kelima (Op. 23 dan Op. 24), variasi cello pada Bei Mannern, welche Liebe fuhle milik Mozart, Quintet Op. 18, Septet in Eb Major, Op. 20, dan Quintet, Op. 29. Beethoven tidak hanya populer sebagai pianis virtuoso namun juga sebagai komponis. Murid-muridnya kebanyakan berasal dari keluarga aristokrat.

Mulai periode ketulian
Pada pertengahan 1801, Beethoven menyadari bahwa daya pendengarannya mulai berkurang akibat otoslerosis. Sebuah surat yang ditemukan di sebuah rumah Beethoven di Heiligenstadt dekat Wina yang dikenal sebagai ‘Warisan Heiligenstadt’ berisikan betapa sedihnya Beethoven karena penyakit yang dialaminya. Kesedihannya memang wajar karena pada saat itu Beethoven sedang dalam puncak kariernya. Karena penyakit ini, Beethoven menjadi depresi dan dia menjadi semakin minder dalam pergaulan sosial. Salah satu alasan lain depresinya Beethoven adalah karena ia tak berhasil mendapatkan ‘teman hidup’. Banyak wanita bangsawan yang sering dicintainya namun umumnya cintanya bertepuk sebelah tangan.

Lepas dari masa kemuraman
Pada tahun 1802, Beethoven keluar dari kemuramannya. Dia melanjutkan membuat komposisi. Pada tahun 1803 dia mementaskan Piano Concerto in Eb Major, Op. 37 dan tampil sebagai solois. Pada tahun yang sama Beethoven juga memainkan Violin Sonata Op. 47 miliknya dengan violinis virtuoso George Polgreen Bridgetower (1799-1860) dan mempersembahkan karya tersebut kepada Rudolph Kreutzer.

Symphony No. 3 Eroica
Pada tahun 1805 menggubah Symphony No. 3 in Eb ‘Eroica’, Op. 55. Menurut temannya, Ferdinand Ries, Beethoven merobek judul asli simfoni yang didekasikan untuk Napoleon Bonaparte itu. Beethoven sangat marah setelah tahu bahwa Napoleon mengumumkan dirinya menjadi kaisar Perancis. Beethoven mengubah judul simfoni asli ini, ‘Bonaparte’ dan menulis ‘Sinfonia Eroica…composta per festiggiare il sovvenire de un grand’ uomo’ yang berarti ‘Simfoni eroika, ditulis untuk mengenang seseorang yang agung’.

Tulisan ‘Sinfonia Grande intitolata Bonaparte del Sigre’ yang terdapat pada kopi manuskrip simfoni yang pertama dan kedua dihapus Beethoven secara paksa dan meninggalkan bekas lubang. Namun, kemarahan Beethoven hanya sebentar karena beberapa bulan setelah penobatan Napoleon, Beethoven mengirim surat pada Breitkopf & Härtel ‘titel simfoni itu sebenarnya Bonaparte’ dan pada tahun 1810 dia menulis bahwa ‘misa ini mungkin bisa juga didekasikan untuk Napoleon’. Simfoni tersebut dipentaskan di kediaman Pangeran Lobkowitz pada akhir tahun 1804.

Gaya komposisi baru
Dengan simfoni Eroica, Beethoven memperlihatkan sikap yang mau berjuang dari masa depresinya dan tak mau kalah oleh penyakit. Menurut Carl Czerny, muridnya, Beethoven mencoba gaya komposisi baru sewaktu mengerjakan tiga sonata piano, Op. 31. Hasilnya terlihat pada tiga sonata miliknya, Piano Sonata in C Major ‘Waldstein’, Op. 53, Piano Sonata in F Major, Op. 54, dan Piano Sonata in F Minor ‘Appasionata’, Op. 57. Tapi, Beethoven pernah mengomel pada Czerny bahwa dia agak kesal karena publik hanya menyukai ‘Moonlight’ sonata miliknya padahal dia bisa menciptakan lagu-lagu yang lebih bagus dari lagu itu.
Simfoni kelima Beethoven dianggap sebagai simfoni yang memulai gaya baru. Pada simfoni ini, terdapat tempo nada yang seperti mars. Hal ini tak pernah terjadi pada masa-masa sebelum Beethoven.

Pentas opera Fidelio
Pada tahun 1805, sebuah teater mementaskan opera milik Beethoven, Fidelio, yang memiliki judul asli Leonore. Namun, pementasan ini tak berhasil karena pada beberapa hari sebelumnya, Wina ditaklukkan oleh Napoleon. Fidelio direvisi oleh Beethoven dua kali, tahun 1806 dan 1814. Beethoven juga menciptakan empat overture untuk Fidelio yang diberi judul Overture Leonore no. 1, 2, dan 3. Overture ke-4 diberi nama Overture Fidelio.

Sesungguhnya Beethoven belum memiliki pendapatan tetap. Dia baru menerima honor setelah menyelesaikan pesanan musik atau ada karyanya yang diterbitkan. Pada 22 Desember 1808, Beethoven mengadakan konser untuk mencari dana di teater Wina. Konser ini menampilkan banyak karya Beethoven yang terbaru, antara lain Symphony No. 5 in C Minor, Op. 67 dan Symphony No. 6 in F Major, Op. 68, konserto piano no. 4, dan Fantasien, Op. 80. Konser ini belum diketahui kesuksesannya dari segi keuangan.

Ingin pindah dari Wina
Pada tahun 1808, Beethoven sesungguhnya ingin pindah dan bekerja pada Jerome Napoleon di Cassel dengan gaji 2400 gulden/tahun. Namun, teman-temannya dari kalangan bangsawannya, antara lain Pangeran Rudolph , Pangeran Lobkowitz, dan Kinsky meminta Beethoven untuk tetap tinggal dengan jaminan mereka akan membayar gaji Beethoven sebesar 4000 Gulden per tahun. Beethoven juga membuat komposisi Piano Concerto No. 5 in B Flat Major ‘Emperor’, Op. 73, yang didekasikan untuk Pangeran Rudolph dan String Quartet in E Flat Major, Op. 74. Pada tahun yang sama, Napoleon menduduki kembali kota Wina sehingga banyak bangsawan yang melarikan diri dari sana. Beethoven menciptakan Piano Sonata in Eb ‘Les adieux’, Op. 81a.

Krisis keuangan
Pada tahun 1811, Beethoven semakin depresi pada masa sulit ini. Terutama karena ia tak berhasil mendapat jodoh. Salah satu wanita yang ia pinang adalah Countess Therese Malfatti namun ia ditolak. Beethoven juga mengalami krisis keuangan karena terjadi penurunan mata uang kertas di Wina. Harga uang menjadi seperlima dari mata uang terbaru. Beethoven juga mengalami perselisihan dengan adiknya, Johann. Namun, Beethoven mulai mengerjakan Symphony No. 7 in A Major, Op. 92 dan selesai pada awal 1812.
Pada musim semi tahun 1812, Beethoven berkunjung ke spa di Teplitz dan bertemu dengan Johann Wolfgang von Goethe, salah satu orang yang paling ia kagumi semenjak masa kecilnya. Pada tanggal 8 Desember 1813, Beethoven membuat simfoni ‘perang’ berjudul Wellington’s Victory. Beberapa komponis terkenal seperti Hummel, Mayseder, Moscheles, dan Salieri ikut ambil bagian pada pementasan simfoni ini.

Konser besar
Pada tanggal 29 November 1814, Beethoven mementaskan Fidelio yang sukses besar. Sebagian besar anggota kongres Wina ikut menonton opera ini. Di luar kesuksesan tersebut, pendengaran Beethoven semakin lama bertambah parah. Keadaan ini bertambah parah karena Beethoven menuntut hak orang tua asuh atas keponakannya, Karl. Beethoven menganggap ibu Karl tak sanggup mengasuh keponakannya. Beethoven memenangkan kasus ini namun ia pun bukan orang tua yang baik untuk Karl. Anak itu akhirnya menjadi tertekan dan mulai bergaul dengan geng anak-anak nakal. Puncaknya adalah pada tahun 1826, saat Karl mencoba bunuh diri. Hal ini membuat Beethoven cukup mengalami depresi. Setelah sembuh, Karl kembali ke ibunya dan masuk ke sekolah militer.

Pada tahun 1817, Beethoven keluar dari depresi dan kemurungannya. Hal ini terlihat dengan saat dia membuat Piano Sonata in A Major, Op. 101. Pada tahun 1817, Beethoven menggubah beberapa komposisi untuk seorang penulis Inggris, Richard Ford. Namun, karya-karya ini tak pernah diketahui sampai ditemukan di Inggris pada tahun 1999. Selain itu, Beethoven juga mulai merencanakan untuk menggubah piano sonata-nya yang paling revolusioner, Piano Sonata in Bb ‘Hammerklavier’, Op. 106.

Missa Solemnis
Pada tahun 1822, Beethoven menggubah Missa Solemnis untuk penobatan Pangeran Rudolph sebagai uskup di Olomouc pada tahun 1819. Beethoven juga memulai rancangan simfoni ke-9-nya.
Pada 7 Mei 1824, Beethoven mementaskan Missa Solemnis beserta Simfoni ke-9 di Wina. Konser ini sukses besar. Tapi ada berita yang mengatakan bahwa Beethoven tidak sadar kalau konsernya telah selesai dan terus membaca partitur. Caroline Unger, salah satu solois alto dalam simfoni tersebut harus menarik baju Beethoven agar dia mau berbalik dan melihat ke arah penonton yang bertepuk tangan dengan meriah.

Pada tahun 1826, Beethoven menderita demam tinggi yang ternyata disebabkan oleh sakit ginjal. Penyakitnya tak tertolong dan dia meninggal pada 26 Maret 1827.

Antonio Vivaldi
Antonio Lucio Vivaldi (lahir di Republik Venesia, 4 Maret 1678 – meninggal di Wina, 28 Juli 1741 pada umur 63 tahun) yang dijuluki il Prete Rosso (Pendeta Merah) adalah pendeta dan komponis musik barok dari Italia. Ia dikenal sebagai maestro alat musik biola. Saat masih berusia dua puluhan, ia sudah menghasilkan komposisi musik yang dianggap sempurna. Sekitar lima ratus komposisi konserto telah dihasilkan sepanjang hidupnya.

Latar belakang
Lahir di Venice, Italia, pada 4 Maret 1678, Vivaldi mewarisi kemampuan bermusik dari ayahnya, Giovanni Battista Vivaldi, yang juga merupakan pemain biola di Katedral San Marco. Dalam usia yang masih muda, Vivaldi telah diajari bermain biola oleh ayahnya. Mereka juga berkeliling Venice untuk mempertunjukkan permainan biola.
Karena kondisi keluarganya yang miskin, Vivaldi akhirnya mengikuti pelatihan kependetaan. Pada abad ke-17, cara ini biasa ditempuh untuk memperoleh pendidikan gratis. Ia mengikuti pelatihan kependetaan pada 1693 di gereja lokal, S. Geminiano dan S. Giovanni di Oleo. Ia diteguhkan pada 1703 dan sempat melayani sebagai pendeta sampai akhirnya memutuskan mundur pada akhir 1706.
Ada kisah tersendiri di balik mundurnya Vivaldi dari posisinya sebagai seorang imam/pendeta. Vivaldi menyebutkan alasannya mundur dikarenakan penyakit asmanya. Meski demikian, ada juga yang mencurigai mundurnya Vivaldi dari posisi itu dikarenakan minat dan aspirasinya yang begitu besar akan musik.

Karier musik
Setidaknya, ada empat tahap dalam karier Vivaldi, sebagaimana dikemukakan oleh Frederic Delamea. Tahapan pertama ialah ketika ia diakui sebagai seorang yang brilian dalam musik istrumental. Pengakuan ini diperolehnya ketika salah satu penerbit di Italia, Sala, yang diikuti penerbit ternama asal Belanda, Roger, mencetak dua opus  sonata dan koleksi revolusioner konserto biola milik Vivaldi, Estro Armonico (1711) dan La Stravaganza (1714). Reputasinya yang mencapai Jerman ini membuat Johann Sebastian Bach memuji Vivaldi, bahkan Bach sendiri mendapatkan inspirasi dari karya Vivaldi.

Tahap kedua dalam kariernya ialah ketika ia mulai mengajar di Ospedalle della Pieta Di sini Vivaldi bertugas sebagai guru musik, membeli instrumen-instrumen musik bagi murid-muridnya dan orkestra yang dipimpinnya ini. Dan Vivaldi berhasil membekali para penghuni Ospedalle della Pieta ini dengan kemampuan paduan suara dan kemampuan bermusik yang sangat baik. Di bawah arahannya, para penghuni Ospedalle della Pieta ini senantiasa menampilkan kualitas musik yang sangat tinggi.

Lalu pada tahap ketiga, Vivaldi mulai merambah dunia teater dengan opera-operanya. Opera pertamanya ditampilkan pada bulan Mei 1713 di Vicenza, yaitu Ottone in Villa. Disebutkan pula bahwa setelah pertunjukan ini, Vivaldi seperti menaklukkan teater-teater di Venice, mengambil alih teater San Angelo dan San Moise. Ia juga menulis Teuzzone dan Tito Manlio pada 1719. Pada salah satu lembar partitur, tertulis “musik oleh Vivaldi, dibuat dalam lima hari”. Lalu pada 1720, giliran La Conduce o siano Li veri amici yang ditampilkan.

Tahap keempat dari kariernya ialah perkembangan kegiatan musiknya sebagai seorang komposer pribadi. Dalam masa-masa ini, Vivaldi menerima pesanan komposisi musik, biasanya dari kaum bangsawan. Bahkan Raja Louis XV dari Perancis pernah memintanya menulis komposisi. Serenade La Sena Festeggiante (Festival di Sungai Seine) yang ditulis setelah 1720 merupakan salah satunya.

Empat Musim
“Empat Musim” merupakan salah satu karya Vivaldi yang paling terkenal. Karya ini dipublikasikan untuk pertama kalinya pada tahun 1725 dalam satu rangkaian dari dua belas konserto yang diberi judul Il cimento dell’armonia e dell’inventione (Ujian Harmoni dan Penemuan). “Musim Semi” merupakan konserto favorit Raja Louis XV.
Di dalam permainan musik pada masing-masing konserto ini terdapat perbedaan pada perubahan tempo cepat-lambat-cepat yang sangat indah.

Melengkapi masing-masing irama, Vivaldi menulis rangkaian soneta untuk menyertai irama Empat Musim. Istimewanya, rangkaian soneta ini digambarkan dengan sangat luar biasa dalam komposisi musik tersebut. Aaron Green menyebutkan bahwa mendengarkan komposisi The Four Seasons sembari membaca soneta-soneta tersebut akan memberikan pengalaman yang sangat unik.

Akhir karier
Sepanjang kariernya, Vivaldi telah menempati posisi yang terhormat. Di Ospedalle della Pieta ia merupakan maestro di violino. Pada 1716, ia dipromosikan sebagai maestro de’concerti. Lalu pada 1717, Vivaldi juga menjabat sebagai Chamber Capellmeister pada Landgrave Philips van Hessen-Darmstadt.
Setelah kelesuan di bidang ekonomi pada tahun 1740, Vivaldi mengundurkan diri dari Ospedalle della Pieta. Ia berencana untuk menetap di Vienna di bawah pelindung yang dihormatinya, Charles VI. Namun, ia tidak menetap lebih lama di Vienna. Sebab pada 28 Juli 1741, ia meninggal dunia. Diperkirakan hal ini disebabkan oleh penyakit asmanya yang berkepanjangan, yang terus dideritanya sejak muda. Ia dimakamkan secara sangat sederhana, seperti halnya Mozart.

Joseph Haydn

Franz Joseph Haydn (31 Maret 1732 – 31 Mei 1809), yang dikenal sebagai Joseph Haydn, adalah seorang Austria komposer, salah satu yang paling produktif dan menonjol komposer dari periode Klasik . Ia sering disebut sebagai “Bapa dari Symphony “dan” Bapa dari String Quartet “karena kontribusi penting untuk bentuk-bentuk. Dia juga berperan dalam pengembangan trio piano dan dalam evolusi bentuk sonata .

Llama penduduk hidup dari Austria, Haydn menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai musisi pengadilan untuk orang kaya Hungaria aristokrat Esterhazy keluarga di perkebunan remote mereka. Terisolasi dari komponis lain dan tren musik sampai bagian akhir dari hidupnya yang panjang, ia, seperti yang ia katakan, “dipaksa menjadi asli”.Pada saat kematiannya, ia adalah salah satu yang paling dirayakan komponis di Eropa.

Joseph Haydn adalah saudara dari Michael Haydn , dirinya dianggap sangat komposer, dan Johann Evangelist Haydn , seorang tenor . Dia juga seorang teman dekat Wolfgang Amadeus Mozart dan seorang guru dari Ludwig van Beethoven .

Masa kanak-kanak
Joseph Haydn lahir di Rohrau , Austria , sebuah desa dekat perbatasan dengan Hongaria . Ayahnya adalah Mathias Haydn , seorang tukang roda yang juga menjabat sebagai “Marktrichter”, sebuah kantor walikota mirip dengan desa. Haydn Ibu Maria, Koller née, sebelumnya bekerja sebagai juru masak di istana Count Harrach , bangsawan ketua dari Rohrau. Baik orang tua bisa membaca musik;  Namun, Mathias adalah seorang antusias musisi rakyat , yang selama periode pekerja harian karirnya telah belajar sendiri untuk memainkan kecapi . Menurut kemudian kenangan’s Haydn, keluarga masa kecilnya sangat musik, dan sering bernyanyi bersama-sama dan dengan tetangga mereka.

Haydn orangtua sudah menyadari bahwa anak mereka berbakat musik dan tahu bahwa di Rohrau ia tidak akan memiliki kesempatan untuk memperoleh pelatihan musik yang serius. Hal ini menjadi alasan bahwa mereka menerima proposal dari mereka Johann Matthias relatif Frankh, kepala sekolah dan pemimpin biduan di Hainburg , yang Haydn menjadi tenaga magang bagi Frankh di rumahnya untuk melatih sebagai seorang musisi. Haydn itu pergi dengan Frankh untuk Hainburg (tujuh mil jauhnya) dan tidak pernah lagi tinggal bersama orang tuanya. Ia berusia enam tahun.

Kehidupan di rumah tangga Frankh tidak mudah bagi Haydn, yang kemudian ingat yang sering lapar serta selalu dipermalukan oleh negara kotor dari pakaiannya.  Namun, ia memulai pelatihan musik di sana, dan segera bisa untuk bermain baik piano dan biola . Orang-orang Hainburg segera mendengar dia bernyanyi treble bagian di gereja paduan suara .
Ada alasan untuk berpikir itu bernyanyi Haydn terkesan mereka yang mendengarnya, karena ia segera dibawa ke perhatian Georg von Reutter , direktur musik di St Stephen’s Cathedral di Wina , yang kebetulan mengunjungi Hainburg. Haydn lulus audisi dengan Reutter, dan tahun 1740 pindah ke Wina, di mana ia bekerja untuk tahun berikutnya sembilan sebagai penyanyi laki-laki, setelah 1745 di perusahaan muda saudaranya Michael .

Haydn tinggal di Kapellhaus sebelah katedral, bersama dengan Reutter, keluarga Reutter, dan empat lainnya choirboys. Ia diperintahkan dalam sekolah lainnya subyek dan Latin serta suara, biola, dan keyboard.  Reutter adalah membantu sedikit Haydn dalam bidang teori musik dan komposisi, hanya memberinya dua pelajaran di seluruh waktu sebagai anggota paduan suara.  Namun, karena St Stephen adalah salah satu pusat musik terkemuka di Eropa, Haydn mampu belajar banyak hanya dengan melayani sebagai musisi profesional di sana.

Seperti Frankh sebelum dia, Reutter tidak selalu repot-repot untuk membuat Haydn pasti adalah benar makan. Saat ia kemudian mengatakan kepada penulis biografinya Albert Christoph Dies , Haydn termotivasi untuk menyanyi sangat baik, dengan harapan untuk mendapatkan undangan lebih untuk melakukan aristokrat-penonton di mana penyanyi biasanya disajikan minuman sebelumnya.
Perjuangan sebagai freelancer

Pada 1749, Haydn akhirnya matang secara fisik ke titik bahwa ia tidak lagi mampu bernyanyi paduan suara tinggi bagian-the Ratu dirinya mengeluh kepada Reutter tentang bernyanyi, menyebutnya “berkokok”.  Suatu hari, Haydn melakukan lelucon , potongan dari pigtail dari sesama anggota paduan suara.  Hal ini sudah cukup untuk Reutter: Haydn pertama kali dicambuk lalu dipecat dan dikirim ke jalan-jalan tanpa ke rumah pergi ke.,  Namun, ia memiliki nasib yang baik untuk diambil oleh seorang teman, Johann Michael Spangler, yang selama beberapa bulan bersama dengan ruang loteng yang penuh sesak Haydn keluarganya. Haydn mampu memulai segera mengejar suatu karir sebagai musisi freelance.

Selama waktu ini sulit, Haydn bekerja di berbagai pekerjaan: sebagai guru musik, sebagai serenader jalan, dan akhirnya, tahun 1752, sebagai pelayan-iringan untuk komposer Italia Nicola Porpora , dari siapa ia kemudian mengatakan ia belajar “fundamental benar komposisi “.  Ia juga sebentar di Count Friedrich Wilhelm von Haugwitz ‘s mempekerjakan, bermain organ di kapel Kanselir Bohemia di Judenplatz.

Ketika ia adalah seorang penyanyi laki-laki, Haydn belum menerima pelatihan yang serius dalam teori musik dan komposisi, yang dianggap sebagai kesenjangan yang serius. Untuk mengisi itu, ia bekerja sesuka hati dengan tandingan latihan di Gradus iklan teks Parnassum oleh Johann Joseph Fux , dan hati-hati mempelajari karya Carl Philipp Emanuel Bach , yang kemudian dia diakui sebagai pengaruh penting.

Sebagai keterampilan meningkat, Haydn mulai memperoleh reputasi publik, pertama sebagai komposer dari sebuah opera, Der Teufel krumme “The Devil pincang”, ditulis untuk aktor komik Johann Joseph Felix Kurz , yang nama panggung adalah “Bernardon”. Pekerjaan itu perdana sukses di 1753, tapi segera ditutup oleh sensor. Haydn juga melihat, rupanya tanpa gangguan, yang bekerja ia hanya diberikan sedang diterbitkan dan dijual di toko-toko musik lokal. Antara 1754 dan 1756 Haydn juga bekerja freelance untuk pengadilan di Wina. Dia berada di antara beberapa musisi yang dibayarkan untuk jasa sebagai musisi tambahan pada bola diberikan untuk anak-anak kekaisaran selama musim karnaval, dan sebagai tambahan penyanyi di kapel kekaisaran (yang
Hofkapelle) dalam Pra-Paskah dan Pekan Suci.

Dengan peningkatan reputasinya, Haydn akhirnya mampu mendapatkan patronase aristokrat, penting bagi karir seorang komponis di zamannya. Countess Thun, setelah melihat salah satu’s komposisi Haydn, memanggil dia dan bergerak dia sebagai bernyanyi dan guru keyboard. Pada tahun 1756, Baron Carl Josef Fürnberg Haydn dipekerjakan di perkebunan negaranya, Weinzierl, dimana komposer menulis pertamanya kuartet string. Fürnberg kemudian direkomendasikan Haydn ke Count Morzin , yang, pada tahun 1757, menjadi majikan purna waktu pertama.

Tahun-tahun sebagai pemimpin orkes
jabatan Haydn di bawah Count Morzin adalah dirigen , yaitu, music director. Dia memimpin orkestra kecil menghitung dan menulis simfoni pertamanya untuk ansambel ini. Pada tahun 1760, dengan keamanan posisi pemimpin orkes, Haydn menikah. Istrinya adalah mantan Anna Maria Aloysia Apollonia Keller (1729-1800), adik Theresia (b. 1733), dengan siapa Haydn sebelumnya berada di cinta. Haydn dan istrinya memiliki pernikahan bahagia sekali, dari mana hukum waktu tidak mengijinkan mereka melarikan diri, dan mereka diproduksi tidak ada anak. Keduanya mengambil pecinta.

Count Morzin segera menderita keuangan membalikkan yang memaksa dia untuk memberhentikan pendirian musiknya, tapi Haydn segera ditawari pekerjaan yang sama (1761) sebagai Wakil dirigen ke keluarga Esterhazy , salah satu yang terkaya dan paling penting dalam Kekaisaran Austria . Ketika dirigen tua, Gregor Werner , meninggal pada 1766, Haydn diangkat menjadi dirigen penuh.
Sebagai “petugas rumah” dalam pembentukan Esterhazy, Haydn mengenakan seragam dan diikuti keluarga ketika mereka pindah di antara istana berbagai mereka, yang paling penting’s leluhur kursi keluarga Schloss Esterhazy di Eisenstadt dan kemudian Eszterháza , istana yang baru grand dibangun di Hongaria pedesaan di itu 1760s. Haydn memiliki sejumlah besar tanggung jawab, termasuk komposisi, menjalankan orkestra, bermain musik kamar untuk dan dengan pelanggan, dan akhirnya pemasangan produksi opera. Meskipun ini beban kerja melelahkan, pekerjaan itu dalam hal artistik kesempatan yang luar biasa untuk Haydn. [32] Para pemuka Esterhazy (pertama Paulus Anton , kemudian yang paling penting Nikolaus aku ) adalah para pecinta musik yang menghargai karyanya dan memberinya akses setiap hari untuk orkestra nya sendiri kecil.

Selama hampir tiga puluh tahun yang Haydn bekerja di pengadilan Esterhazy, ia menghasilkan banjir komposisi, dan gaya musiknya terus berkembang. popularitas-Nya di dunia luar juga meningkat. Secara bertahap, Haydn datang untuk menulis sebanyak untuk publikasi seperti untuk majikannya, dan karya-karya penting beberapa periode ini, seperti simfoni Paris (1785-1786) dan versi orkestra asli Tujuh Kata Terakhir Kristus (1786), adalah komisi dari luar negeri.

Haydn juga secara bertahap datang untuk merasa lebih terisolasi dan kesepian, terutama karena pengadilan datang untuk menghabiskan sebagian besar tahun di Esterháza, jauh dari Wina, daripada dekat-oleh Eisenstadt. Persahabatan Haydn terutama rindu untuk mengunjungi Wina karena nya sana.
Dari jumlah tersebut, yang penting yang terutama adalah dengan Maria Anna von Genzinger (1750-1793), istri dokter pribadi Nikolaus

Pangeran di Wina, yang mulai dekat, platonis, hubungan dengan komposer tahun 1789. Haydn menulis kepada Mrs Genzinger sering, mengungkapkan kesepian di Eszterháza dan kebahagiaan nya untuk beberapa kesempatan di mana ia dapat mengunjunginya di Wina, nanti, Haydn menulis kepadanya sering dari London. kematian dini-nya pada tahun 1793 merupakan pukulan untuk Haydn, dan nya F variasi kecil untuk piano, Hob. XVII: 6, mungkin telah ditulis dalam menanggapi kematiannya.
Potret Mozart oleh Joseph Lange

Lain teman di Wina adalah Wolfgang Amadeus Mozart , Haydn yang telah bertemu sekitar tahun 1784. Menurut kesaksian kemudian oleh Michael Kelly dan lain-lain, dua komposer kadang-kadang bermain di kuartet string bersama-sama. Haydn itu sangat terkesan dengan karya Mozart dan memuji itu unstintingly kepada orang lain. Mozart ternyata kembali penghargaan, seperti yang terlihat dalam dedikasinya dari satu set enam kuartet, sekarang disebut “Haydn” kuartet , kepada temannya. Untuk keterangan lebih lanjut lihat Haydn dan Mozart .dedikasinya dari satu set enam kuartet, sekarang disebut “Haydn” kuartet , kepada temannya. Untuk keterangan lebih lanjut lihat Haydn dan Mozart .

London perjalanan
Pada tahun 1790, Pangeran Nikolaus meninggal dan digantikan oleh seorang pangeran benar-benar unmusical yang menolak pendirian dan menempatkan seluruh musik Haydn pada pensiun. Dibebaskan dari kewajibannya, Haydn mampu menerima tawaran menguntungkan dari Johann Peter Salomon , seorang Jerman impresariat , untuk mengunjungi Inggris dan melakukan simfoni baru dengan orkestra besar.

Kunjungan (1791-1792), bersama dengan kunjungan ulang (1794-1795), adalah sukses besar. Audiens berbondong-bondong ke Teman konser Haydn; Haydn ditambah ketenaran dan membuat keuntungan besar, sehingga menjadi aman secara finansial. Charles Burney ditinjau konser pertama demikian: “Haydn sendiri memimpin di forte-piano, dan melihat bahwa komposer terkenal sehingga listrik penonton, untuk merangsang perhatian dan menyenangkan unggul daripada yang pernah disebabkan oleh musik instrumental di Inggris. “

Musik, kunjungan ke Inggris dihasilkan beberapa paling terkenal karya Haydn, termasuk Kejutan , Militer , Drumroll , dan London simfoni, para Rider kuartet, dan “Gypsy Rondo” trio piano. Ini hanya salah langkah dalam usaha adalah opera, L’anima del filosofo , yang Haydn dikontrak untuk menulis, tapi yang kinerjanya diblokir oleh intrik-intrik. Haydn membuat banyak teman baru dan terlibat untuk sementara waktu dalam hubungan romantis dengan Rebecca Schroeter .

Saat bepergian ke London tahun 1790, Haydn telah memenuhi muda Ludwig van Beethoven di kota kelahirannya Bonn . Setelah kembali Haydn, Beethoven datang ke Wina dan selama waktu sampai dengan kunjungan London kedua adalah murid Haydn. Untuk diskusi tentang hubungan mereka, lihat Beethoven dan orang-orang sezamannya .

Akhir tahun di Wina
Haydn kembali ke Wina pada tahun 1795, pindah ke sebuah rumah besar di pinggiran Gumpendorf ,  dan beralih ke komposisi karya keagamaan yang besar untuk paduan suara dan orkestra. Ini termasuk dua oratorios besar ( Penciptaan dan The Seasons ) dan enam massa untuk keluarga Eszterházy, yang pada saat ini sekali lagi dipimpin oleh seorang pangeran cenderung musik. Haydn juga terdiri musik instrumental: populer Trumpet Concerto dan sembilan terakhir dalam seri panjang dari kuartet string, termasuk per lima , Kaisar , dan Sunrise kuartet.

Pada 1802, penyakit dari yang Haydn telah menderita selama beberapa waktu telah bertambah keparahan untuk menunjukkan bahwa ia menjadi fisik tidak dapat menulis. [41] Hal ini tidak diragukan lagi sangat sulit baginya karena, seperti dia mengakui, aliran musik segar ide yang menunggu untuk bekerja keluar sebagai komposisi tidak berhenti. Haydn itu dirawat dengan baik oleh pegawai, dan ia menerima banyak pengunjung dan publik kehormatan selama tahun-tahun terakhir, tapi mereka tidak bisa menjadi tahun sangat senang untuknya. Selama penyakitnya, Haydn sering ditemukan penghiburan dengan duduk di piano dan bermain Gott Franz den Kaiser erhalte , yang telah disusun dirinya sebagai gerakan patriotik pada 1797.  Ini melodi kemudian digunakan untuk Austria dan Jerman lagu-lagu nasional .

Haydn meninggal di akhir Mei tahun 1809, tak lama setelah serangan di Wina oleh tentara Prancis di bawah Napoleon . Dia 77. Di antara kata-kata terakhirnya adalah usahanya untuk menenangkan dan meyakinkan hamba ketika tembakan meriam jatuh di daerah itu.  “Anak-anak saya, tidak perlu khawatir, untuk mana Haydn adalah, tidak ada salahnya bisa jatuh.” Dua minggu kemudian, sebuah upacara peringatan diadakan di Schottenkirche pada tanggal 15 Juni 1809, di mana Mozart’s Requiem dilakukan.

Niccolò Paganini

Niccolò (atau Nicolò) Paganini, (lahir di Genoa, 27 Oktober 1782 – meninggal di Nice, 27 Mei 1840 pada umur 57 tahun) adalah seorang pengarang musik serta pemain biola, viola, dan gitar dari Italia. Ia adalah salah seorang virtuoso biola paling terkenal, dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain biola terhebat yang pernah hidup, dengan intonasi musik yang sempurna dan teknik yang tiada duanya. Walaupun Eropa pada abad kedelapan belas memiliki beberapa pemain biola yang luar biasa, namun Paganini bisa dianggap sebagai satu-satunya virtuoso biola abad kesembilan belas.

Hidup Paganini
Niccolò Paganini dilahirkan di Genoa pada 27 Oktober 1782, oleh pasangan Antonio dan Teresa (sebelumnya Bocciardo) Paganini. Menurut penulis biografinya Peter Lichtenthal, pertama kali Paganini belajar bermain mandolin ialah diajari oleh ayahnya pada saat ia berusia lima tahun, lalu pindah ke biola pada usia tujuh dan mulai mengarang pada saat ia berusia delapan. Ia bermain di depan publik pertama kalinya pada waktu berumur 12 tahun. Di masa mudanya ini, ia belajar dari berbagai guru, termasuk Giovanni Servetto dan Alessandro Rolla, namun ia tidak dapat menguasai dirinya sendiri seiring dengan kesuksesannya; pada umur 16 tahun ia suka bermain judi dan minum minuman keras. Pada waktu itulah kariernya diselamatkan oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya, yang membawa Paganini ke rumahnya dimana Paganini pulih dari kebiasaan buruknya dan kembali belajar biola selama tiga tahun. Ia juga bermain gitar pada saat itu.

Ia kembali muncul ke khalayak publik pada saat ia berusia 23 tahun, dengan menjadi direktur musik saudara perempuan Napoleon, Elisa Baciocchi, Putri dari Lucca, pada saat ia tidak tur. Tidak lama kemudian ia menjadi legenda karena kemahirannya bermain biola yang tidak tertandingi, dengan debutnya ke Milan pada 1813, Vienna 1828, dan London serta Paris pada 1831. Paganini adalah salah satu orang pertama, bahkan mungkin orang pertama, yang melakukan tur sebagai artis solo, tanpa pemain musik pengiring. Ia menjadi salah seorang ‘superstar’ pertama-tama dalam hal konser publik. Ia menjadi kaya dan terkenal sebagai pemain musik tur, dan tidak terkalahkan dalam hal memikat pendengarnya.

Sebuah mitos yang merebak luas tentang Paganini ialah bahwa ia menjual jiwanya kepada setan sebagai ganti teknik bermain biolanya, sebuah rumor yang mana ia sendiri merasa tersanjung, dan bisa jadi dimulai oleh dirinya sendiri. Pada saat ia bermain musik, bola matanya akan berputar sampai ke belakang, sehingga hanya tampak putihnya. Cara berdirinya yang lenggang, dengan rambut tipis panjang dan kusut, serta postur tubuhnya yang kurus cekung, semakin menambah rumor tentang dirinya. Ia bermain begitu bersemangatnya hingga para wanita terjatuh pingsan dan para pria akan menangis tersedu-sedu.

Biola yang dipakai Paganini dikenal sebagai Cannone Guarnerius, nama yang diberikan paganini untuk mencerminkan suara ‘cannon’ yang dikeluarkannya. Senarnya hampir berada pada satu permukaan datar, kebalikan dari semua biola yang lain dimana senarnya membentuk satu lengkungan untuk menghindari menggesek senar yang lain. Dengan demikian Paganini dapat memainkan tiga bahkan empat senar secara mudah pada biolanya.

Di Paris pada 1833, ia memesan sebuah musik konser biola dari Hector Berlioz, yang akhirnya menghasilkan Harold di Italy (Harold in Italy) untuknya, namun Paganini tidak pernah memainkannya.
Kesehatannya mulai menurun setelah ia didiagnosis penyakit kanker tenggorokan. Penyakitnya membuatnya kehilangan kemampuan berbicara, namun ia tetap bermain biola hingga akhir hayatnya. Malam terakhir sebelum kematiannya dikatakan bahwa ia masih berusaha bermain biola secara tidak sadar. Ia meninggal di Nice pada 27 Mei 1840.

Musik orkestra Paganini dinilai sopan, tidak bertele-tele, dan suportif. Kritik mengatakan bahwa musik konsernya menggunakan terlalu banyak kata-kata dan terlalu menggantungkan kepada formula tertentu: salah satu bagian terakhirnya sering kali digantikan dengan yang lain. Selama kariernya, bagian biola dari konsernya disimpannya sendiri. Paganini akan melatih orkestranya tanpa memainkan bagian biolanya secara keseluruhan. Menjelang ajalnya, hanya dua yang telah diterbitkan. Keturunan dari Paganini dengan cerdiknya menerbitkan satu demi satu, setelah jeda waktu beberapa tahun. Saat ini ada enam konser musik Paganini yang telah diterbitkan (walaupun dua yang terakhir kehilangan bagian orkestranya). Komposisinya yang sering menggunakan alat musik gitar dan senar, terutama biola, telah menjadi bagian dari repertori baku.

Paganini juga mengembangkan jenis musik variasi konser untuk biola solo, dengan cara mengambil tema yang sederhana dan naif, dan variasi lirik yang berselang-seling dengan memainkannya dengan semangat yang menyala-nyala yang membuat pendengarnya menganga mulutnya.

Referensi :

http://classicalmusicismylife.blogspot.com

http://sejarahmusikklasik.blogspot.com

http://envilia.blogspot.com

http://sejarahmusikklasik.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s