Seni asli Indramayu kerap ditampilkna pada acara pelepasan siswa. (Foto: Cipyadi/ Okezone)

Seni asli Indramayu (Foto: Cipyadi/ Okezone)

Pertunjukan Seni, Upaya Sekolah Menjaga Tradisi

oleh : Cipyadi (Jurnalis)

INDRAMAYU – Guna membumikan lagi seni-seni asli Indramayu, sejumlah pelajar di sana menampilkan sebuah acara seni di sekolahnya. Acara yang secara rutin digelar setiap pelepasan siswa kelas XII itu mampu menyuguhkan pertunjukan terbaik yang diperankan oleh siswa-siswi SMA. Salah satunya yakni panggung seni yang digelar di SMAN 1 Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, pada hari ini.

“Ini menjadi agenda tahunan yang rutin digelar, untuk tetap melestarikan seni dan budaya asli Indramayu,” ungkap Syamsuri, kepala SMAN 1 Juntinyuat, kepada Okezone, Rabu (13/5/2015).

Ia menyebutkan, berbagai seni dan budaya yang ditampilkan pada pelepasan siswa tahun ajaran 2014-2015 ini yakni tari topeng, sintren, tarling, berokan dan kebo ngamuk, hingga singa Depok yang kesemuanya merupakan seni dan budaya khas Kabupaten Indramayu.

Selain itu, pertunjukan drama asal Indramayu yang biasa disebut dengan pertunjukan sandiwara pun turut ditampilkan dengan membawakan cerita dan pesan moral bagi para siswa-siswi yang masih menunggu pengumuman kelulusan.

“Warna (seni) modern yang biasa mendominasi keseharian siswa harus juga dibarengi dengan upaya kuat untuk mengenal kebudayaan daerahnya. Sebab, itu merupakan jati diri kita sebagai bangsa,” tuturnya.

Selain menggelar pertunjukan seni, dalam pelepasan siswa tersebut juga dilakukan deklarasi agar siswa-siswi tidak melakukan aksi mencorat-coret seragam dalam pengumuman kelulusan mendatang. Seragam sekolah para calon alumni, selanjutnya disarankan untuk dikumpulkan dan akan diserahkan kepada adik kelas yang kurang mampu.

Pelajar juga diimbau untuk tidak berhura-hura, bahkan dilarang melakukan konvoi untuk merayakan kelulusan. Menurut Syamsuri, wujud syukur itu dapat dilakukan dalam bentuk kepedulian terhadap siswa lain yang masih membutuhkan uluran tangan. Salah satunya dengan mewariskan seragam sekolah, hingga buku pelajaran untuk kembali digunakan.

“Nilai-nilai mulia ini harus kita tanamkan selalu, sesuai tujuan mulia pendidikan,” pungkasnya. (afr)