Lestarikan pusaka Budaya, YAD konservasi karya lukis Raden Saleh

Lestarikan pusaka Budaya, YAD konservasi karya lukis Raden Saleh

Lukisan raden Saleh. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com – Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) melakukan konservasi lukisan seni lukis tradisional Indonesia yang ada di Kerthagosa Klungkung, Bali. Ini merupakan langkah lanjutan setelah pernah mengkonservasi lukisan-lukisan karya Raden Saleh.

Ketua YAD Hashim Djojohadikusumo mengatakan, karya-karya seni ini merupakan bukti kemampuan Indonesia. Untuk itu pihaknya merasa perlu melakukan konservasi atas karya-karya tersebut.

“Kegiatan Konservasi Lukisan merupakan bagian dari kegiatan pelestarian kekayaan pusaka budaya (cultural heritage) bangsa Indonesia sehingga YAD bertekad dan mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan kegiatan konservasi karya seni lukis Indoneia, baik dalam kuantitas maupun kualitas,” ujarnya dalam sambutannya acara Syukuran Pamungkas Pameran di Galeri Nasional, Jakarta, Minggu (8/3).

YAD telah menyelenggarakan Pelatihan Konservasi Lukisan pada 7-8 Februari 2015 untuk memperkenalkan ilmu konservasi lukisan sehingga semakin banyak ahli konservasi lukisan dari dalam negeri.

Seperti diketahui dalam program konservasi lukisan karya Raden Saleh pada tahun 2013 lalu, YAD bekerjasama dengan Goethe Institute dan Sekretariat Presiden Republik Indonesia. Hasil konservasi, dipamerkan sepanjang bulan Februari 2015.

Direktur Eksekutif YAD, Catrini Kubontubuh mengungkapkan, acara tersebut masih satu rangkaian dalam konservasi lukisan Raden Saleh.

“Saat ini YAD sedang menjajaki suatu kerjasama restorasi lukisan gaya Kamasan yang ada di Kerthagosa, sebuah pusaka budaya yang merupakan warisan sejak Abad ke-18 dari Puri Klungkung, sebuah kerajaan tertua di Bali, jelasnya.

Dalam kesempatan acara tersebut hadir pula Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Penglingsir Puri Klungung Ida Dalem Klungkung.

“Kami sangat antusias bekerjasama dengan siapa saja yang terpanggil ikut melestarikan pusaka budaya Klungkung, yang adalah salah satu cikal bakal budaya Bali, sebagai bagian dari kekayaan pusaka seni budaya Indonesia,” kata Ida.

Acara syukuran ini juga dihadiri Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi, Duta Besar Belgia Patrick Herman, Duta Besar Austria Andreas Karabaczek dan perwakilan dari Kedutaan Prancis dan Lebanon.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s